Skip to main content

Pandangan Islam terhadap pendidikan seks

Pandangan Islam terhadap pendidikan seks

1. Dasar pendidikan seks
a. Al-qur’an 
              •  
              
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al- Mu’minuun 5-7).

               •    
“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”. (QS. Al- Mu’minuun 12-13).
Dari Surat Al-Mu’minun ayat 5-7 di atas merupakan dasar pendidikan seks yang berkenaan dengan orang yang mampu memelihara kemaluannya dan orang yang tidak kuasa memeliharanya. Sedangan pada ayat 12-13 merupakan dasar pendidikan seks berkenaan dengan penciptaan manusia yang pembentukannya di dalam rahim perempuan. Dengan demikian Islam merupakan agama yang mengajarkan perihal tuntutan biologis umat manusia.

b. Hadist 
   Banyak hadist Nabi SAW yang dapat dijadikan dasar pendidikan seks pada remaja antara lain sebagai berikut: “ Dari Aisyah Rodhiallahu anha mengatakan dan tangan Rasulullah SAW belum pernah menyentuh (berjabat tangan) dengan wanita satu kalipun (kecuali istri dan muhrimnya). 
“ dan dari Abi Said, sesungguhnya Nabi saw bersabda; Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki (lain) dan perempuan tidak boleh melihat Aurat perempuan (lain) dan seorang laki-laki tidak boleh tidur bersama laki-laki (lain) dalam satu pakaian dan seorang perempuan tidak boleh tidur bersama perempuan lain dalam satu pakaia. (H.R Ahmad Muslim, Abu  Daud dan Tirmidzi).
Kedua hadist diatas mengandung dasar pendidikan akhlak, yakni etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Kedua hadist tersebut dapat dijadikan dasar pendidikan seks sebab salah satu tujuan pendidikan seks pada remaja ialah membentuk manusia yang berakhlak mulia, memiliki akidah dan keimanan yang kuat, serta dapat mencegah kerusakan dalam masyarakat yang ditimbulkan oleh penyimpangan dalam masalah seks.

Tujuan pendidikan seks perspektif Islam

     Tujuan merupaka dunia cita-cita, yakni sesuatu yang ingin diwujudkan atau dihasilkan. Dalam dunia pendidikan, tujuan merupakan salah satu faktor dari komponen pendidikan yang selalu menjadi dasar dalam melaksanakan apa yang selalu menjadi dasar dalam melaksanakan apa yang telah direncanakan. Karena itu, dalam merencanakan pendidikan seks menurut syar’at Islam terlebih dulu harus merumuskan apa tujuannya. Menurut A.Ali Akbar tujuan pendidikan seks menurut syari’at iskam adalah; “tujuan dari sex education di dalam Islam ialah untuk mencapai hidup bahagia di dalam membentuk rumah tangga, yang akan memberikan “sakinah”Ketenangan, mawaddah” cinta berahi, Rohhmah, Kasih sayang, serta keturunan Muslim yang taat kepada Allah dan selalu mendo’akan orang tuanya. 
Agak berbeda dari H. Ali Akbar, Mahfudli Sahli mengemukakan bahwa tujuan utama bimbingan kehidupan seksual dalam Islam yang suci lagi murni yaitu:” melangsungkan keturunan akan tercapai. Karena kehidupan sex yang dijalin dengan tuntutan agama akan menumbuhkan suasana yang harmonis, lahirnya generasi demi generasi yang bertanggung jawab dan budi luhur, serta akan mendorong semangat hidup dalam suasana cinta kasih yang abdi. 
Sedangkan Fatih Yakan mengemukakan bahwa tujuan pendidikan seks dalam Islam ialah:” untuk menjamin kestabilan masyarakat dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh penyimpangan-penyimpangan dalam masalah seks.  Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan seks menurut syaria’at  Islam adalah:
a. Pembentukan pribadi Muslim yang berdasar atas Al-Qur’an dan As-Sunnah.
b. Pembentukan manusia yang berakhlak mulia, memiliki akidah dan keimanan yang kuat dan taat beribadah kepada allah Swt
c. Untuk mencapai kebahagiaan dalam membentuk rumah tangga sakinah mawadah warohmah.
d. Untuk melahirkan generasi  yang bertanggung jawab
e. Mencegah kerusakan dalam masyaraka yang ditimbulkan oleh penyimpangan dalam masalah seks.

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad

B.2. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad Merujuk pada pendapat Ibnu Ashur Dr. Ahcene Lahsasna menyimpulkan bahwa Maqashid Al-Shariah memainkan peran yang siginifikan diantaranya: ·          Maqashid Al-Shariah menentukan level mashlahah (kebaikan) dan mafsadah (keburukan) yang ada di setiap kasus-kasus tertent yang memungkinkan ahli fiqh menentukan suatu hukum baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/maqashid-al-shariah-in-islamic-finance.html ·          mengindentifikasi tujuan dibalik pengundangan suatu hukum, dan membantu ahli fiqh untuk memproduksi hukum ·          Maqashid Al-Shariah meminimalisir kesalahan dalm ber ijtihad sehingga hukum yang ditentukan akurat dan tepat sasaran [1] . B.3. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah Dalam Mengembangkan Ekonomi Dan Keuangan Islam Sebagaimana dikem...

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Perkembangan teori belajar cukup pesat. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. Pertama aliran tingkah laku (Behavioristik ), belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret, berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. Tokoh dalam aliran ini adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Aplikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. baca juga:  https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/implikasi-prinsip-pembelajaran.html Kedua aliran kognitif , belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada...

Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance

KONSEP  MAQASHID AL-SYARIAH DALAM SISTEM KEUANGAN ISLAM MENURUT DR. AHCENE LAHSASNA (Review Buku  Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance ) Dewasa ini keuangan yang berabasis syariah semakin berkembang untuk menjawab krisis global yang terjadi akibat ketidakmampuan sistem keuangan konvensional menanganinya. Terbukti dinamika bisnis keuangan Islam tetap berdiri kokoh ditengah terpaan krisis Global. Seiring dengan perkembangannya, sistem keuangan Islam masih belum menemukan formula yang lengkap untuk dijadikan patokan yang universal. Maka pengembangan senantiasa dilakukan perbaikan-perbaikan melalui “ijtihad” dan reinterpretasi Al-Qur’an Dan Al-Sunnah. Ulama muslim kontemporer menjadi “ frontman” merumuskan dan menumbuhkembangkan sistem keuangan Islam yang berbasis syariah sehingga muncul Istilah Maqashid Al-Syariah dan menjadi bidang ilmu tersendiri yang bisa dipelajari [1] . baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/konstribusi-dalam-dunia-ke...

Ontologi Pendidikan Islam

       Ontologi Pendidikan Islam Ontologi pendidikan Islam membahas hakikat substansi dan pola organisasi pendidikan Islam. Secara ontologis, Pendidikan Islam adalah hakikat dari kehidupan manusia sebagai makhluk berakal dan berfikir. Jika manusia bukan makluk berfikir, tidak ada pendidikan. Selanjutnya pendidikan sebagai usaha pengembangan diri manusia, dijadikan alat untuk mendidik. [1] Kajian ontologi ini tidak dapat dipisahkan dengan Sang Pencipta. Allah telah membekalkan beberapa potensi kepada kita untuk berfikir. Pertanyaan selanjutnya apakah sebenarnya hakekat pendidikan Islam itu? 3 Kata kunci tentang pendidikan Islam yaitu : a.        Ta’lim,   kata ini telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam. Mengacu pada pengetahuan, berupa pengenalan dan pemahaman terhadap segenap nama-nama atau benda ciptaan Allah. Rasyid Ridha, mengartikan ta’lim sebagai proses transmisi berbagai Ilmu pengetahuan pad...

Pengertian Pendidikan Seks

A. Pengertian Pendidikan Seks      Banyaknya Interpretasi tentang pendidikan seks sehingga menimbulkan kesimpangsiuran, keslahan kita dalam mempersepsikan pendidikan seks tersebut. Ada yang beranggapan bahwa pendidikan seks sama dengan penerangan atau penjelasan tentang anatomi fisiologi seks manusia, tentang bahaya-bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Ada juga yang berpendapat bahwa pendidikan seks sama dengan sex play, dan hanya perlu diberikan kepada orang dewasa saja. Untuk membatsi arti pendidikan seks dalam rangka studi, akan dikemukakan beberapa pendapat tentang pendidikan seks.           Salim sahli mengemukakan bahwa pendidikan seks ialah; “Sex Education atau pendidikan seks artinya penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki dan perempuan sejak dari anak-anak samapai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar kelamin umumnya dan kehidupan seksual khususnya, agar mereka dapat melakukan sebag...

DOUBLE MOVEMENT TEORI KAJIAN ISLAM FAZLUR RAHMAN

Baca Juga : https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/kritik-sejarah-fazlur-rahman-upaya.html