Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Seks Education

Pandangan Islam terhadap pendidikan seks

Pandangan Islam terhadap pendidikan seks 1. Dasar pendidikan seks a. Al-qur’an                •                  “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al- Mu’minuun 5-7).                •     “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”. (QS. Al- Mu’minuun 12-13). Dari Surat Al-...

Pengertian Pendidikan Seks

A. Pengertian Pendidikan Seks      Banyaknya Interpretasi tentang pendidikan seks sehingga menimbulkan kesimpangsiuran, keslahan kita dalam mempersepsikan pendidikan seks tersebut. Ada yang beranggapan bahwa pendidikan seks sama dengan penerangan atau penjelasan tentang anatomi fisiologi seks manusia, tentang bahaya-bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Ada juga yang berpendapat bahwa pendidikan seks sama dengan sex play, dan hanya perlu diberikan kepada orang dewasa saja. Untuk membatsi arti pendidikan seks dalam rangka studi, akan dikemukakan beberapa pendapat tentang pendidikan seks.           Salim sahli mengemukakan bahwa pendidikan seks ialah; “Sex Education atau pendidikan seks artinya penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki dan perempuan sejak dari anak-anak samapai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar kelamin umumnya dan kehidupan seksual khususnya, agar mereka dapat melakukan sebag...

Pedidikan Seks

Hai Sob..Berbicara mengenai pendidikan seks, tak lepas dari sikap pro-kontra yang terjadi di masyarakat. Di samping orang menyutujui disosialisasikannya pendidikan seks, ada sebagian anggota masyarakat yang menolaknya. Mungkin alasan mereka   menolak, meraka beranggapan bahwa   pendidikan seks hal yang tabu. Mereka menganggap seks identik dengan kotor, cabul, dan porno. Karena itu, hal yang tabu tidak perlu di ajarkan. Betapapun banyak diantara kita yang beranggapan bahwa masalah seks amatlah tabu untuk di perbincangkan, namun kenyataan sehari-hari tidak lepas dari kebutuhan seks. [1] Meskipun banyak orang beranggapan bahwa masalah seks amatlah tabu untuk di bicarakan apalagi dipublikasikan namun kenyataannya sehari-hari kita tidak lepas dari kebutuhan seks. Seks adalah kebutuhan asasi atau mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. “kebutuhan seksual pada diri manusia merupakan kebutuhan pokok atau dasar”. [2] Di dalam Islam, dorongan seks jug...