Skip to main content

Pengertian Pendidikan Seks

A. Pengertian Pendidikan Seks
     Banyaknya Interpretasi tentang pendidikan seks sehingga menimbulkan kesimpangsiuran, keslahan kita dalam mempersepsikan pendidikan seks tersebut. Ada yang beranggapan bahwa pendidikan seks sama dengan penerangan atau penjelasan tentang anatomi fisiologi seks manusia, tentang bahaya-bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Ada juga yang berpendapat bahwa pendidikan seks sama dengan sex play, dan hanya perlu diberikan kepada orang dewasa saja.
Untuk membatsi arti pendidikan seks dalam rangka studi, akan dikemukakan beberapa pendapat tentang pendidikan seks. 
         Salim sahli mengemukakan bahwa pendidikan seks ialah; “Sex Education atau pendidikan seks artinya penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki dan perempuan sejak dari anak-anak samapai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar kelamin umumnya dan kehidupan seksual khususnya, agar mereka dapat melakukan sebagaimana mestinya, sehingga kehidupan berkelamin itu mrndatangkan kebahagian dan kesejahteraan bagi umat manusia. 
Abdullah Nashih Ulwan juga mengemukakan bahwa yang dimaksdu pendidikan seks adalah;” Masalah mengajarkan, memberikan pengertian dan menjelaskan masalah-masalah yang menyangkut seks, naluri, dan perkawinan kepada anak sejak akalnya mulai tumbuh dan siap memahami hal-hal di atas. 
          Menurut Penulis pendidikan seks adalah usaha sadar untuk memberikan pemahaman terhadap manusia yang dilakukan dari usia dini hingga dewasa yang berkaitan dengan seks baik itu pengertian, bahaya dan manfaat samapi pada hukum secara syar’i. Sehingga out put dari itu terbentuknya remaja yang open said dan tidak menganggap tabu.
       Dari definisi diatas dapat diambil pengertian bahwa yang dimaksud pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti,fungsi dan tujuan seks, sehingga ia dapat menyalurkannya ke jalan yang legal. Dengan mengajarka, memberi pengertiandan penjelasan masalah-masalah yang menyangkut seksm berarti memberi pengetahuan mengenai seluk-beluk organ seksual, anatomi dan psikologi seksual, agar seseorang memahami arti fungsi dan tujuan seks, sehingga pada waktunya nanti bisa menjalankan atau mengimplementasikan kebutuhan seksual secara benar, sesuai dengan syari’at Islam.
      Dapat kita ketahui bahwa pendidikan seks mempunyai ruang pembahasan yang luas dan kompleks. Pendidikan seks bukan hanya terbatas menerangkan seks, karena hubungan heteri sexual, yaitu seseorang yang mempunyai keinginan seks hanya pada lawan jenisnya, bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau fisiologis tentang kehidupan seksual saja, melainkan juga meliputi soal-soal psikologis, sosio-kultural, agama dan kesehatan.
         Dalam pendidikan seks dapat dibedakan antara sex intruction dan sex education in sexuality. Sex intruction ialah menerangkan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan bulu pada ketiak atau sekitar alat kelamin, dan mengenai biologi dari reproduksi dan termasuk juga dalam pembinaan keluarga dalam mencegah kehamilan. Sedangkan education in sexuality meliputi bidang-bidang etika, moral, fisiologi, ekonomi dan pengetahuan lainyayang dibutuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individu seksual, serta mengadakan hubungan interpersonal yang baik. Sex intruction tanpa education sexuality dapat menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) serta hubungan-hubungan seks yang menyimpang.
B. Tujuan Pendidikan Seks
       Tujuan pendidikan seks secara umum sesuai dengan kesepakatan Internasional Conference of Sex Education and Family Planning tahun 1962 ialah untuk menghasilkan manusia-manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang bahagia karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab terhadap dirinya dan terhadap orang lain. 
Ninuk Widyantoro mengemukakan bahwa “tujuan akhir pendidikan seks adalah pencegahan kehamilan diluar nikah”.  Menurut Penulis “ goal orientasi pendidikan seks untuk remaja ialah agar dapat mengontrol serta mengendalikan diri dari bahaya seks serta dampak negatif secara personal maupun sosial.

        Tujuan umum tersebut mengandung arti sangat luas karena sasaran dan tujuan utama pendidikan seks adalah melahirkan individu-individu yang senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
       Harlina Martono mengutip pendapat Kirkendall, bahwa tujuan pendidikan seks adalah sebagai berikut :
1. Membentuk pengertian tentang perbedaan seks antara pria dan wanita dalam keluarga, pekerjaan  dan seluruh kehidupan yang selalu berubah dan berbeda dalam tiap masyarakat dan kebudayaan
2. Membentuk pengertian tentang peranan seks di dalam kehidupan manusia dan keluarga; hubungan antara seks dan cinta, perasaan seks dalam perkawinan dan sebagainya.
3. Mengembangkan pengertian diri sendiri sehubungandengan fungsi dan kebutuhan seks. Disini pendidikan seks menjadi pendidikan mengenai seksualitas manusia.
4. Membantu murid dalam mengembangakan kepribadiannya sehingga mampu untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab, misalnya memilih jodoh, hidup berkeuarga atau  tidak, perceraian, kesusilaan dalam seks dan lain-lain. 
Dari pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan seks adalah;
1. Usaha untuk mempersiapkan dan mengantar remaja ke arah kematangan psikologis agar nantinya mampu membentuk keluarga yang bahagia.
2. Memberikan pengertian mengenai proses kematangan dirinya, baik fisik maupun mental emosional yang berhubungan dengan seks.
3. Memberikan petunjuk yang bermanfaat mengenai tanggung jawab masing-masing dalam berhubungan dengan lain jenis.
4. Membentuk personal dengan kepribadian yang matang agar mampu mengontrol serta mengendalikan dirinya dari pergaluan bebas serta bahaya dari seks itu sendiri
Sebenarnya masih banyak pendapat para ahli mengenai tujuan pendidikan seks hanya saja pengertiannya tidak jauh berbeda. Oleh karena itu penulis tidak menyajikan atau mengemukakan disini semuanya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad

B.2. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad Merujuk pada pendapat Ibnu Ashur Dr. Ahcene Lahsasna menyimpulkan bahwa Maqashid Al-Shariah memainkan peran yang siginifikan diantaranya: ·          Maqashid Al-Shariah menentukan level mashlahah (kebaikan) dan mafsadah (keburukan) yang ada di setiap kasus-kasus tertent yang memungkinkan ahli fiqh menentukan suatu hukum baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/maqashid-al-shariah-in-islamic-finance.html ·          mengindentifikasi tujuan dibalik pengundangan suatu hukum, dan membantu ahli fiqh untuk memproduksi hukum ·          Maqashid Al-Shariah meminimalisir kesalahan dalm ber ijtihad sehingga hukum yang ditentukan akurat dan tepat sasaran [1] . B.3. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah Dalam Mengembangkan Ekonomi Dan Keuangan Islam Sebagaimana dikem...

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Perkembangan teori belajar cukup pesat. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. Pertama aliran tingkah laku (Behavioristik ), belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret, berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. Tokoh dalam aliran ini adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Aplikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. baca juga:  https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/implikasi-prinsip-pembelajaran.html Kedua aliran kognitif , belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada...

Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance

KONSEP  MAQASHID AL-SYARIAH DALAM SISTEM KEUANGAN ISLAM MENURUT DR. AHCENE LAHSASNA (Review Buku  Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance ) Dewasa ini keuangan yang berabasis syariah semakin berkembang untuk menjawab krisis global yang terjadi akibat ketidakmampuan sistem keuangan konvensional menanganinya. Terbukti dinamika bisnis keuangan Islam tetap berdiri kokoh ditengah terpaan krisis Global. Seiring dengan perkembangannya, sistem keuangan Islam masih belum menemukan formula yang lengkap untuk dijadikan patokan yang universal. Maka pengembangan senantiasa dilakukan perbaikan-perbaikan melalui “ijtihad” dan reinterpretasi Al-Qur’an Dan Al-Sunnah. Ulama muslim kontemporer menjadi “ frontman” merumuskan dan menumbuhkembangkan sistem keuangan Islam yang berbasis syariah sehingga muncul Istilah Maqashid Al-Syariah dan menjadi bidang ilmu tersendiri yang bisa dipelajari [1] . baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/konstribusi-dalam-dunia-ke...

DOUBLE MOVEMENT TEORI KAJIAN ISLAM FAZLUR RAHMAN

Baca Juga : https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/kritik-sejarah-fazlur-rahman-upaya.html

Pengertian Empirisme

Pengertian Empirisme: Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Istilah empirisme di ambil dari bahasa Yunani empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman. Sebagai suatu doktrin empirisme adalah lawan dari rasionalisme. Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan tentang kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal, melainkan di peroleh atau bersumber dari panca indera manusia, yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung. Dengan kata lain, kebenaran adalah sesuatuyang sesuai dengan pengalaman manusia. Ajaran-ajaran pokok empirisme yaitu: baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/pengertian-filsafat-pendidiakan.html  Pandangan bahwa semua ide atau gagasan merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami.  Pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal atau rasio.  Semua yang kita ketahui pada akhirnya bergantu...

Enam Pertanyaan Imam Al Ghozali

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam   Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan. Pertama,"Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya.   Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling   dekat   dengan kita adalah   "MATI". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti   akan mati. (Ali Imran 185)   Pertanyaan kedua "Apa yang paling JAUH dari diri kita di dunia ini?". Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan   bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang   mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.   Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari   yang   akan datang dengan perbuatan yang ses...