Skip to main content

Pedidikan Seks



Hai Sob..Berbicara mengenai pendidikan seks, tak lepas dari sikap pro-kontra yang terjadi di masyarakat. Di samping orang menyutujui disosialisasikannya pendidikan seks, ada sebagian anggota masyarakat yang menolaknya. Mungkin alasan mereka  menolak, meraka beranggapan bahwa  pendidikan seks hal yang tabu. Mereka menganggap seks identik dengan kotor, cabul, dan porno. Karena itu, hal yang tabu tidak perlu di ajarkan. Betapapun banyak diantara kita yang beranggapan bahwa masalah seks amatlah tabu untuk di perbincangkan, namun kenyataan sehari-hari tidak lepas dari kebutuhan seks.[1] Meskipun banyak orang beranggapan bahwa masalah seks amatlah tabu untuk di bicarakan apalagi dipublikasikan namun kenyataannya sehari-hari kita tidak lepas dari kebutuhan seks.


Seks adalah kebutuhan asasi atau mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. “kebutuhan seksual pada diri manusia merupakan kebutuhan pokok atau dasar”.[2] Di dalam Islam, dorongan seks juga tidak di pandang kotor dan maksiat. Allah berfirman : “ Di jadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak”. (QS. Ali Imran ;14). Bagaimanapun juga, seks merupakan masalah yang tetap hidup, selalu dibicarakan oleh setiap orang baik kalangan awam maupun orang yang berpendidikan (ilmuan). Hanya saja, karena mereka masih diliputi dan diselimuti rasa tabu, pembicaraannya amat terbatas dan sengaja di batasi.
Praktisi penddikan maupun Ilmuan mendukung agar pendidikan seks disebarluaskan dan tidak ditutup-tutupi. Sebab menurut mereka, tanpa adanya pendidikan seks, orang, khususunya para remaja justru selalu ingin tahu apa sesungguhnya yang terkandung di balik perkataan seks sehingga orang merahasiakannya. Dorongan keingin tahuan ini, kalau tidak di penuhi dengan bimbingan dan penerangan yang benar, dikhwatirkan mereka memiliki anggapan yang salah mengenai masalah-masalah yang berkenaan dengan seks. Lebih dikhawatirkan lagi, jika para remaja memperoleh pengetahuan seksnya dari cerita-cerita kotor atau cabul. Kalau keadaan mereka ini dibiarkan, tana ada usaha untuk memberikan pendidikan seks yang sesuai dengan syariat Islam, tidak mustahil akan tercipta keadaan yang amoral.mereka memandang seks hanya sebagai nafsu kebinatangan.
Islam itu Agama Allah untuk mengatur umat manusia sampai akhir zaman, dalam segala aspeknya. Islam mengatur dan memberi arah kepada umat manusia di dalam hukum Islam atau fiqih. Fiqih ini mencakup segala aspek kehidupan, membahas segala permasalahan hidup, termasuk di dalamnya masalah seksual. Dalam hukum Islam (fiqih) pendidikan seks dibahas dalam bagian munakahat, cabang Fiqih yang membicarakan masalah perkawinan, perceraian dan hal-hal yang bersangkut-paut dengannya. Khusus menyangkut pendidikan seks, Islam memberi penjelasan sedemikian rupa, dengan harapan agar remaja lebih mengimani, mencintai dan mendekatkan diri kepada allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur’an “dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian(diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.




[1]  Ayip Syafrudin, Islam dan Pendidikan Seks Anak. (solo: C.V Pustaka Mantiq, 1991), hal. 25
[2]  Ibid, Hal. 11

Comments

Popular posts from this blog

Biografi Jasser Auda

Biografi Jasser Auda Jasser Auda adalah Associate Professor di Fakultas Studi Islam Qatar (QFTS) dengan fokus kajian Kebijakan Publik dalam Program Studi Islam. Dia adalah anggota pendiri Persatuan Ulama Muslim Internasional, yang berbasis di Dublin; anggota Dewan Akademik Institut Internasional Pemikiran Islam di London, Inggris; anggota Institut Internasional Advanced Sistem Research (IIAS), Kanada; anggota pengawas Global Pusat Studi Peradaban (GCSC), Inggris; anggota Dewan Eksekutif Asosiasi Ilmuan Muslim Sosial (AMSS), Inggris; anggota Forum Perlawanan Islamofobia dan Racism (FAIR), Inggris dan konsultan untuk Islamonline.net. Ia memperoleh gelar Ph.D dari university of Wales, Inggris, pada konsentrasi Filsafat Hukum Islam tahun 2008. Gelar Ph.D yang kedua diperoleh dari Universitas Waterloo, Kanada, dalam kajian Analisis Sistem tahun 2006. Master Fikih diperoleh dari Universitas Islam Amerika, Michigan, pada fokus kajian Tujuan Hukum Islam (Maqashid al-Syari’ah) tahun 2004. G...

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS SINEMATOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR

JURNAL PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS SINEMATOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR THE DEVELOPMENT OF ECONOMIC LEARNING MEDIA CINEMATOGRAPHY BASED TO INCREASE THE LEARNING MOTIVATION Oleh : Amalia Rahmi Hanum, S.Pd MT s Assalafiyyah Mlangi Cp; 085749226537 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan media pembelajaran ekonomi berbasis sinematografi, mendapatkan media pembelajaran ekonomi berbasis sinematografi yang layak digunakan sebagai media pembelajaran, dan peran media pembelajaran ekonomi berbasis sinematografi dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan. Penelitian dilaksanakan di MAN Yogyakarta III. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan prosedur pengembangan media pembelajaran ekonomi melalui antara lain tahap pra produksi, produksi,...

Parameter kebenran Al-Ghozali

Parameter kebenran ilmu apa paremeter kebenran ilmu itu? Parameter kebenaran ilmu secara umum adalah logika peripatetik, yang disebutnya Mi'yar al- Ilm dan al-Qistas al-Mustaqim, yang berupa burhan haqiqi, baik unsur premis-premisnya (daruriyah yang lima) maupun unsur bentuknya yang lima (al-mawazin al-kamsah). ia mengatakan: baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/aksiologi-pendidikan-islam.html Artinya" Aku berkata, "jauh sekali. Aku tidak mengklaim bahwa aku menimbang dengannya (logika peripatetik) hanya pengetahuan-pengetahuan keagamaan saja, tapi aku menimbang dengannya ilmu -ilmu matematika, geometri, fisika, fiqih, kalam, dan semua ilmu esensial (natural) dan bukan kultural, dan aku membedakan yang benar dengan yang salahnya dengan neraca-neraca ini. Betapa tidak, sebab dialah " timbangan yang lurus' dan neraca yang merupakan pendamping Al-Kitab dan Al-Qur'an. Artinya, parameter kebenaran ilmu mengenai objek-objek sensual ada...

Hasan Al-Banan

Hasan Al-Banan Biografi Syekh Hasan Al –Banan dilahirkan pada Tahun 1906, di al-Mahmudiyah salah satu desa di wilayah al-buhairah Mesir, di besarkan dalam keluarga Islam yang taat. Setelah kelulusan beliau mulai mengajar di Isma’iliyah. Di sana dia menjadi koresponden majalah pemuda Muslim Kairo, Al-Fattah, dan menjalin hubungan dengan kelompok yang dipimpin Rasyid Ridha, Maktabah salafiyah, yang menerbitkan jurnal ilmiah Al-Mannar. Dasar-dasar Pendikan Islam Sistem pendidikan Islam yang diterapkan Hasan AL-banna di bangun dengan landasan agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Tafsirnya, tertutama menggunakan tafsir salaf seperti tafsir Ibnu Katsir. Sumber yang kedua adalah AL-Hadist dengan keautentikan dan syarahnya berpegang pada imam-imam hadist yang terpercaya.   Baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/01/pemikiran-pendidikan-islam-gagasan_24.html Tujuan Pendidikan Islam Hasan AL-Banna menetapkan tujuan organisasinya yaitu Ikhwanul...