Skip to main content

Hubungan Antara Fiqh dan Aqidah Islam


Hubungan Antara Fiqh dan Aqidah Islam

Di antara keistimewaan fiqih Islam -yang kita katakan sebagai hukum-hukum syari’at yang mengatur perbuatan dan perkataan mukallaf- memiliki keterikatan yang kuat dengan keimanan terhadap Allah dan rukun-rukun aqidah Islam yang lain. Terutama Aqidah yang berkaitan dengan iman dengan hari akhir. Yang demikian Itu dikarenakan keimanan kepada Allah-lah yang dapat menjadikan seorang muslim berpegang teguh dengan hukum-hukum agama, dan terkendali untuk menerapkannya sebagai bentuk ketaatan dan kerelaan. Sedangkan orang yang tidak beriman kepada Allah tidak merasa terikat dengan shalat maupun puasa dan tidak memperhatikan apakah perbuatannya termasuk yang halal atau haram. Maka berpegang teguh dengan hukum-hukum syari’at tidak lain merupakan bagian dari keimanan terhadap Dzat yang menurunkan dan mensyari’atkannya terhadap para hambaNya.
Contohnya:
Allah memerintahkan bersuci dan menjadikannya sebagai salah satu keharusan dalam keiman kepada Allah sebagaimana firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al Maidah: 6)
Juga seperti shalat dan zakat yang Allah kaitkan dengan keimanan terhadap hari akhir, sebagaimana firman-Nya:
“(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.” (QS. An naml: 3)
Demikian pula taqwa, pergaulan baik, menjauhi kemungkaran dan contoh lainnya, yang tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu. (lihat Fiqhul Manhaj hal. 9-12)


Comments

Popular posts from this blog

Istilah Pendekatan dalam Pengkajian Islam

Istilah Pendekatan dalam Pengkajian  Islam Ada beberapa istilah lain yang mempunyai arti yang hampir sama dan menunjukkan tujuan yang sama dengan pendekatan, yaitu:  Theoritical framework, conceptual framework, approach, perspective, point of view (viewpoint= sudut pandang)  dan paradigm. Semua istilah ini dapat diartikan sebagai cara memandang dan cara menjelaskan suatu gejala atau peristiwa ( Heddy Sri Ahimsa Putra, Catatan Kuliah Sarasehan Metodologi Penelitian IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 24 Februari 1999). Tentang apa yang dimaksud dengan pendekatan masih menjadi perdebatan dan memunculkan dua kelompok besar.            Pertam a, dan masih dibagi dua, berarti dipandang atau dihampiri dengan, dan cara menghampiri atau memandang fenomena (budaya dan sosial). Kalau dipandang dengan, pendekatan menjadi paradigma, sedang kalau cara memandang  atau menghampiri, pendekatan menjadi perspektif atau sudut pandang.   ...

Mengakafani Jenazah

   Mengakafani a.       Pembiayaan Biaya dalam mengkafani di ambil dari harta peninggalan yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak orang lain seperti barang gadaian dan sebagainya. Kalau harta peninggalan di atas tidak ada maka yang berkewajiban untuk membiaya adalah orang yang punya kewajiban memberi nafkah ketika masih hidup, jikalau orang yang berkewajiban tidak ada, maka bisa diambil dari baitul-mal, jika baitul-mal tidak ada maka pembiayaan diambil dari harta orang Islam yang mamp/kaya. b.       Kadar kain kafan Boleh dibungkus (dikafani) dengan kain yang halal baginya yang dipakai ketika masih hidup. Perempuan boleh dikafani dengan sutera sedangkan bagi perempuan sebaliknya. Namun yang afdhol dalam mengkafani adalah menggunakan kain katun (QATNU) berwarna putih dan sudah pernah dicuti (bukan kain baru) c.        Langkah-langkah mengkafani Dalam hal mengkafani, kalau kita menga...

DIRASAT ISLAMIYAH HASSAN HANAFI

    BOOK REVIEW DIRASAT ISLAMIYAH HASSAN HANAFI Abstract Tantangan kajian Studi Islam mencapai ambang krisis karena begitu besarnya arus Ideologi Barat yang mencoba memaksa meruntuhkan pondasi keilmuwan Islam era ini. Krisisnya situasi kajian islam ini akibat mandegnya semangat dan terlalu skeptisnya para pemikir dan umat Islam pada umumnya dalam menanggapi permainan pemikiran yang sudah berlangsung lama berabad. Umat Islam hanya bisa menjadi penonton tanpa punya kekuatan untuk ikut bermaindan melawan arus balik Ideologi Barat yang menyerang Islam. Hassan Hanafi tampil untuk melawan balik arus pergolakan pemikiran yang selama ini mandeg, lewat karyanya Dirosat Islamiyah, Hasan Hanafi memberikan Konstribusi dengan memberikan Scientific Contribution berupa metodologi Kajian Islam kontemporer. Hassan hanafi melakukan upaya rekontruksi keilmuwan keislaman klasik seperti dalam Ilmu ushuluddin, ilmu ushul fiqh dan fiqh, Ilmu Tauhid, Imu Tasawuf. Hasan Hanafi ber...