Korelasi konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan
Pendidikan di Finlandia
Ada banyak korelasi yang kita temukan antara
ajaran-ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan dengan sistem
pendidikan di Finlandia. Entah karena disengaja maupun tidak, yang jelas Ki
Hadjar Dewantara sudah sejak jauh-jauh hari menelurkan berbagai konsep - konsep
ajaran yang luar biasa, termasuk ketika "dihukum" dengan pengasingan
ke negeri Belanda kemudian kembali dengan rencana beasar untuk bangsanya yaitu
kemerdekaan dalam segala bidang.
Salah satu konsep Pendidikan di Finlandia
adalah menghindari fokus pada standarisasi, Ki Hadjar Dewantara telah menulis
bahwa anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratinya yang unik, tak mungkin
pendidik “mengubah padi menjadi jagung”, atau sebaliknya.[1]
Ki Hadjar Dewantarajuga bicara tentang pendidikan nasional yang tidak
selayaknya menyatukan hal-hal yang tidak perlu atau tidak bisa disatukan.
Perbedaan bakat dan keadaan hidup anak dan masyarakat yang satu dengan yang
lain harus menjadi perhatian dan diakomodasi. [Pusara, Januari 1940]
Saat Finlandia
mengaplikasikan ajaran bahwa kesetaraan (dan bukan keseragaman) berpengaruh
besar pada performa pendidikan, Ki Hadjar Dewantara telah menyatakan rakyat perlu diberi hak dan
kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan berkualitas sesuai kepentingan
hidup kebudayaan dan kepentingan hidup kemasyarakatannya. [Pusara, Januari
1940]
Ketika Finlandia menganut
prinsip bahwa “Anak harus bermain”, Ki Hadjar Dewantara telah menulis panjang
lebar tentang pentingnya anak difaslitasi untuk bermain, karena memang
demikianlah tuntutan jiwa mereka untuk menuju ke arah kemajuan hidup jasmani
maupun rohani. [Mimbar Indonesia, Desember 1948]
Comments
Post a Comment