Skip to main content

Fadhilat Ilmu


Fadhilat Ilmu
 
1) Tiada sesuatu ibadah kepada Allah yang lebih utama drp memahami ilmu agama. Seorang ahli fakih adalah lebih sukar syaitan menipunya drp seribu 'abid (ahli ibadah). Tiap-tiap sesuatu itu ada tiangnya dan tiang agama ialah memahami ilmu agama.
 
2) Di antara seorang 'alim dan 'abid spt kelebihanku dari orang yang paling rendah dari sahabatku. Riwayat At-Turmizi
 
3) Kelebihan orang yang berilmu ke atas 'abid spt kelebihan bulan malam purnama dari bintang-bintang yang lain. Riwayat Abu Daud, At-Turmizi dll.
 
4) Sepatah perkataan yang baik yang didengar oleh seorang mukmin, lalu diajar dan diamalkannya, lebih baik daripada ibadah setahun.
 
5) Sesungguhnya Allah, para malaikat, isi langit dan bumi, hinggakan semut di dlm lubang dan ikan dalam laut, semuanya berdoa semuanya mendoakan kepada orang yang mengajar manusia. Riwayat At-Turmizi
 
6) Orang yang binasa di kalangan umatku ialah orang berilmu yang zalim dan 'abid yang jahil. Kejahatan yang paling jahat ialah kejahatan ulama' dan kebaikan yang paling baik ialah kebaikan ulama'.
 
7) Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendapat keredhaan Allah, tetapi digunakannya untuk mendapat habuan dunia, maka ia tidak akan mencium bau syurga pada hari qiamat. Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah
 
 
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Istilah Pendekatan dalam Pengkajian Islam

Istilah Pendekatan dalam Pengkajian  Islam Ada beberapa istilah lain yang mempunyai arti yang hampir sama dan menunjukkan tujuan yang sama dengan pendekatan, yaitu:  Theoritical framework, conceptual framework, approach, perspective, point of view (viewpoint= sudut pandang)  dan paradigm. Semua istilah ini dapat diartikan sebagai cara memandang dan cara menjelaskan suatu gejala atau peristiwa ( Heddy Sri Ahimsa Putra, Catatan Kuliah Sarasehan Metodologi Penelitian IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 24 Februari 1999). Tentang apa yang dimaksud dengan pendekatan masih menjadi perdebatan dan memunculkan dua kelompok besar.            Pertam a, dan masih dibagi dua, berarti dipandang atau dihampiri dengan, dan cara menghampiri atau memandang fenomena (budaya dan sosial). Kalau dipandang dengan, pendekatan menjadi paradigma, sedang kalau cara memandang  atau menghampiri, pendekatan menjadi perspektif atau sudut pandang.   ...