Skip to main content

Muhammad rasyid ridho dan Abdullah Nasih Ulwan

Muhammad rasyid ridho

Muhammad rasyid ridho lahir di qolmun, wilayah pemerintahan tarablus syam pada tahun 1282 H / 1865 M. Dalam pembentukan intelektual dan keilmuan, rasyid ridho lebih cenderung pada materi-materi klasik, salah satunya karena pengaruh kitab ihya ulumuddin karya al ghozali. Tapi di umurnya yang keduapuluh, terjadi perubahan dalam dirinya setelah membaca lembaran majalah Al Urwah al Wutsqa karya Muhammad abduh. Kemudian rasyid ridho berubah dari sifat zuhud (tarekat naqsyabandiyah) menjadi islam moderat. Peradaban barat modern menurut rasyid ridho didasarkan atas kemajuan ilmu  pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, umat Islam harus belajar ilmu pengetahuan modern dari barat, karena mengambil ilmu pengetahuan dari barat modern sebenarnya mengambil ilmu pengetahuan yang pernah dimiliki umat islam. Dia juga menambahkan, bahwa umat Islam akan maju jika menguasai bidang pendidikan sebagai instrumen dan wahana pengembangan diri yang berkualitas. Pendidikan harus menjadi sesuatu yang wajib diadakan di setiap tempat, diberikan ke setiap individu, dengan asumsi bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan spirit yang menjadi nafas bangsa dan umat.

Abdullah Nasih Ulwan

Guru
Dalam dunia pendidikan sosok seorang guru sangat krusial. Sarana untuk kita dapat memahami apa yang kita pelajari dengan maksimal dan sesuai dengan tujuan apa yang kita harapkan tidak lain ialah dengan guru. peran seorang guru bukan hanya agen transfer of values akan tetapi sebagai orang tua kedua yang bertanggung jawab untuk mengajar, mendidik, dan takdib. 
• Syarat Kepribadian Guru
Peran serta tanggung jawab guru memang sangat berat, karena kualitaas peserta didik sepenuhnya ada pada kualitas seorang guru. oleh karena itu seorang guru yang ideal harus memiliki kepribadian yang baik dan mumpuni. Apalagi dalam pendidikan islam seorang guru dituntut untuk memberikan ketauladanan seperti halnya ketauladanan rasullah saw. 
• Tugas Dan Kewajiban Guru
Tugas dan kewajiban seorang guru diantaranya ialah; Transfer of knowledge, Manajer of learning, dan the planner of future of learning. Selain itu guru juga bertanggung jawab dalam pendidikan iman,moral,fiisk,intelektual, Psikis, Sosial, Seksual.
Keteladanan
• Peran Keteladanan dalam Islam
Untuk mencapai sebuah tujuan bukan hanya ditentukan oleh kualitas seorang  gurur saja akan tetapi juga sebuah metode. Dengan adanya metode yang tepat maka memungkinkan untuk lebih mudah dalam sebuah pembelajaran. Seperti yang dikatan imam zarkasi” attorikotu ahamu minal mad’dah”.
• Keteladanan Rasul sebagai Figur Guru
Agar tercapainya pendidikan islam dan mampu bersaing, menghadapi arus globalisasi, modernisasi, giditalisasi maka sudah semstinya kita kembali pada suritauladanan yang dicontohkan Rasullullah saw. Beliaulah contoh yang ideal serta sebagai rujuakan bagi kita semua, yang memilki personality yang baik, sifat-sifatnya yang luhur,baik secara intelektual,spiritual, moral. Keteladan dalam pendidikan sangat penting, karena apa yang dilakukan seorang guru akan ditiru serta dicontoh oleh siswa. 

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad

B.2. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad Merujuk pada pendapat Ibnu Ashur Dr. Ahcene Lahsasna menyimpulkan bahwa Maqashid Al-Shariah memainkan peran yang siginifikan diantaranya: ·          Maqashid Al-Shariah menentukan level mashlahah (kebaikan) dan mafsadah (keburukan) yang ada di setiap kasus-kasus tertent yang memungkinkan ahli fiqh menentukan suatu hukum baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/maqashid-al-shariah-in-islamic-finance.html ·          mengindentifikasi tujuan dibalik pengundangan suatu hukum, dan membantu ahli fiqh untuk memproduksi hukum ·          Maqashid Al-Shariah meminimalisir kesalahan dalm ber ijtihad sehingga hukum yang ditentukan akurat dan tepat sasaran [1] . B.3. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah Dalam Mengembangkan Ekonomi Dan Keuangan Islam Sebagaimana dikem...

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Perkembangan teori belajar cukup pesat. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. Pertama aliran tingkah laku (Behavioristik ), belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret, berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. Tokoh dalam aliran ini adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Aplikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. baca juga:  https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/implikasi-prinsip-pembelajaran.html Kedua aliran kognitif , belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada...

Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance

KONSEP  MAQASHID AL-SYARIAH DALAM SISTEM KEUANGAN ISLAM MENURUT DR. AHCENE LAHSASNA (Review Buku  Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance ) Dewasa ini keuangan yang berabasis syariah semakin berkembang untuk menjawab krisis global yang terjadi akibat ketidakmampuan sistem keuangan konvensional menanganinya. Terbukti dinamika bisnis keuangan Islam tetap berdiri kokoh ditengah terpaan krisis Global. Seiring dengan perkembangannya, sistem keuangan Islam masih belum menemukan formula yang lengkap untuk dijadikan patokan yang universal. Maka pengembangan senantiasa dilakukan perbaikan-perbaikan melalui “ijtihad” dan reinterpretasi Al-Qur’an Dan Al-Sunnah. Ulama muslim kontemporer menjadi “ frontman” merumuskan dan menumbuhkembangkan sistem keuangan Islam yang berbasis syariah sehingga muncul Istilah Maqashid Al-Syariah dan menjadi bidang ilmu tersendiri yang bisa dipelajari [1] . baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/konstribusi-dalam-dunia-ke...

Ontologi Pendidikan Islam

       Ontologi Pendidikan Islam Ontologi pendidikan Islam membahas hakikat substansi dan pola organisasi pendidikan Islam. Secara ontologis, Pendidikan Islam adalah hakikat dari kehidupan manusia sebagai makhluk berakal dan berfikir. Jika manusia bukan makluk berfikir, tidak ada pendidikan. Selanjutnya pendidikan sebagai usaha pengembangan diri manusia, dijadikan alat untuk mendidik. [1] Kajian ontologi ini tidak dapat dipisahkan dengan Sang Pencipta. Allah telah membekalkan beberapa potensi kepada kita untuk berfikir. Pertanyaan selanjutnya apakah sebenarnya hakekat pendidikan Islam itu? 3 Kata kunci tentang pendidikan Islam yaitu : a.        Ta’lim,   kata ini telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam. Mengacu pada pengetahuan, berupa pengenalan dan pemahaman terhadap segenap nama-nama atau benda ciptaan Allah. Rasyid Ridha, mengartikan ta’lim sebagai proses transmisi berbagai Ilmu pengetahuan pad...

Pengertian Pendidikan Seks

A. Pengertian Pendidikan Seks      Banyaknya Interpretasi tentang pendidikan seks sehingga menimbulkan kesimpangsiuran, keslahan kita dalam mempersepsikan pendidikan seks tersebut. Ada yang beranggapan bahwa pendidikan seks sama dengan penerangan atau penjelasan tentang anatomi fisiologi seks manusia, tentang bahaya-bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Ada juga yang berpendapat bahwa pendidikan seks sama dengan sex play, dan hanya perlu diberikan kepada orang dewasa saja. Untuk membatsi arti pendidikan seks dalam rangka studi, akan dikemukakan beberapa pendapat tentang pendidikan seks.           Salim sahli mengemukakan bahwa pendidikan seks ialah; “Sex Education atau pendidikan seks artinya penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki dan perempuan sejak dari anak-anak samapai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar kelamin umumnya dan kehidupan seksual khususnya, agar mereka dapat melakukan sebag...

DOUBLE MOVEMENT TEORI KAJIAN ISLAM FAZLUR RAHMAN

Baca Juga : https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/kritik-sejarah-fazlur-rahman-upaya.html