Skip to main content

Strategi Pembelajaran


Mengapa Perlu Strategi Pembelajaran ?


Ada Istilah”Strategi/Metode lebih peting dari pada materi”....

         Di antara tugas guru dalam persiapan pembelajaran adalah memikirkan:
  1. Cara agar siswa dapat memproses informasi yang disampaikan
  2. Cara mengaitkan informasi baru dengang pengetahu-an yg sebelumnya sudah dimiliki siswa.
  3. Cara menciptakan situasi dan kondisi agar siswa dan memproses informasi dengag lebih mudah & cepat dipahami sekaligus melekat lama dalam ingatan mereka.
Ceramah
         Ceramah: merupakan strategi pembelajaran yang paling populer
         Ceramah adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan menyampaikan pesan & informasi secara satu arah lewat suara yang diterima melalui indra telinga.
Metode ini tepat untuk beberapa kondisi sbb:
v Jika  informasi yang disampaikan tidak tersedia dalam bentuk tulisan, teks yang tersedia tidak cocok, atau teks yg ada sudah kedaluwarsa.
v Untuk memberikan pengarahan sebelum melaksanakan tugas.
v Untuk memotivasi atau memberi tantangan kepada siswa terutama ketika tidak terungkap dalam buku rujukan yang diberikan.
v Untuk menunjukkan antusiasme terhadap matapelajaran yang diajarkan
v Untuk memberikan model cara berpikir atau pemecahan  masalah.

         Kelemahan Ceramah:
Ø Daya tahan siswa untuk berkonsentrasi dan mengandalkan alat indra telinga sangat terbatas. Pada sepuluh menit pertama mahasiswa mampu menyerap 70 % informasi yang disampaikan. Sementara itu, pada sepuluh menit terakhir informasi yang dapat diserap oleh ­siswa hanya 20%.
Ø Ketika mendengarkan, siswa sangat mudah terganggu karena siswa lebih terfokus pada apa yang terlihat (visual) daripada  yang terdengar (audio).
Ø Siswa tidak dapat membandingkan, menganalisis atau  mengevaluasi gagasan atau informasi yang disampaikan guru
Ø Tips untuk mengoptimalkan metode ceramah:
Ø Membangun minat dengan cara (a) mengawali dengan menampilkan cerita/ gambar yg dapat menarik perhatian siswa terhadap topik yg akan diajarkan; (b) menyajikan kasus yg berkaitan dengan topik pembelajaran; dan (c) mengajukan pertanyaan kepada siswasehinggamereka termotivasi untuk mendengarkan pembelajaran dlm rangka mencari jawabannya.
Ø Memaksimalkan pemahaman & ingatan dengan cara (a) membuat kata-kata kunci yg berperan sbg subjudul verbal, (b) memberikan ilustrasi nyata dari ide-ide yg disampaikan, atau apabila memungkinkan membuat perbandingan antara yg materi yg disampaikan dengan pengetahuan/ pengalaman yang telah dimiliki siswa, dan (c) menggunakan dukungan visual, seperti flip chart, OHP handout singkat, atau demonstrasi
Ø Melibatkan siswa dalam pembelajaran dengan cara (a) memberhentikan pembelajaran secara  periodik & menantang siswa untuk memberikan contoh dari konsep-konsep yang dipresentasikan/ untuk menjawab pertanyaan dan (b) menyelingi pembelajaran dengan aktivitas-aktivitas singkat yang memperjelas topik.
Ø Memperkuat ingatan siswa terhadap materi perkuliahan dengan (a) mengajukan masalah/ pertanyaan untuk dipecahkan/ dijawab oleh siswa dan (b) meminta siswa untuk saling mengulang/ mengetes materi disajikan.



Comments

Popular posts from this blog

Tokoh-Tokoh Empirisme

Tokoh-Tokoh Empirisme   Aliran empirisme dibangun oleh Francis Bacon (1210-1292) dan Thomas Hobes (1588-1679), namun mengalami sistematisasi pada dua tokoh berikutnya, John Locke dan David Hume. baca juga:  https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/pengertian-filsafat-pendidiakan.html a.John Locke (1632-1704)    Ia lahir tahun 1632 di Bristol Inggris dan wafat tahun 1704 di Oates Inggris. Ia juga ahli politik, ilmu alam, dan kedokteran. Pemikiran John termuat dalam tiga buku pentingnya yaitu essay concerning human understanding, terbit tahun 1600; letters on tolerantion terbit tahun 1689-1692; dan two treatises on government, terbit tahun 1690. Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran rasionalisme. Bila rasionalisme mengatakan bahwa kebenaran adalah rasio, maka menurut empiris, dasarnya ialah pengalaman manusia yang diperoleh melalui panca indera. Dengan ungkapan singkat Locke : Segala sesuatu berasal dari pengalaman inderawi, bukan budi (otak). ...