Skip to main content

Tenaga Kependidikan dan Kompetensi yang Harus Dimiliki Pendidik.

 Tenaga Kependidikan 

       Pendidik adalah orang yanng bertanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik terlebih lagi terhadap perkembangan pribadi anak didiknya. karena dengan mempunyai kepribadian yang baik maka tugas mengajar dan mendidik seorang guru dapat berhasil.
     Pendidikan Islam sebagai pendidikan yang bertujuan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, maka pendidik Islam lebih bertanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian yang baik yang mencerminkan nilai – nilai yanng Islami pada umatnya.
     Oleh karena itu guru sebagai orang yang bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan sekaligus membimbing muridnya serta berkepribadian yang baik. orang yang berilmu pengetahuan dan mengajarkanya kepada orang lain akan mendapat kedudukan disisi Allah SWT. Serta akan mendapat tempat yanng istimewa ditengah – tengah masyarakat.
   Selain itu sikap positif bagi seorang pendiidk tidak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan belajar mengajar tersebut. Hal ini sependapat dengan Zakiyah Drajat bahwa: ”pendidik yang pandai, bijaksana dan mempunyai keikhlasan dan sikap positif terhadap pekerjaanya akan dapat membimbing anak – anak didik bersikap yang positif terhadap pelajaran yang diberikan kepadanya dan dapat menumbuhkan sikap positif yang diperlukan dalam hidupnya dikemudian hari”. 
     Dari pendapat zakiyah Darajat, bahwa dalam mengajar seorang pendidik harus bersikap positif dan ikhlas memberikan bimbinngan terhadap muridnya. Sebab dengan jiwa yang ikhlas ilmu yang diberikan akan mudah diterima dan akan membentuk prilaku murid.
     Oleh karena itu seorang pendidik wajib memberikan suri tauladan dan senantiasa mencurahkan perhatianya kepada tingkat keberhasilan muridnya baik dari segi aspek pengetahuan, sikap dan prilaku serta keterampilan beribadah untuk mewujudkan anak didik yang berkepribadian utama.
Kedudukan pendidik
    Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dan Menurut para ahli, mengemukakan bahwa profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan

Kompetensi yang Harus Dimiliki Pendidik.
 Kompetensi pedagogik, Kompetensi ini terdiri dari lima subkompetensi, yaitu
1). memahami peserta didik secara mendalam,
2). merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran
3). melaksanakan pembelajaran
4). merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran dan,
5). mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya.

a) Kompetensi kepribadian, Kompetensi ini terdiri dari lima subkompetensi, yaitu
1). Kepribadian yang mantap dan stabil
2). Dewasa
3). Arif
4). Berwibawa,
5). Dan berakhlak mulia.

b) Kompetensi sosial, Kompetensi ini memiliki tiga subranah.
1). Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik
2). Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
3). Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua /wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

c) Kompetensi professional, Kompetensi ini terdiri dari dua ranah subkompetensi.
1). Subkompetensi menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial : memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait, dan menerapkan konsep – konsep keilmuan dalam kehidupan sehari – hari.
2). Subkompetensi menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah – langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Dan Sebagai guru yang berkompeten harus memiliki :
 Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik,
 Penguasaan bidang studi, baik dari sisi keilmuan maupun kependidikan,
 Kemampuan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik,
 Kemauan dan kemampuan mengembangkan profesionalitas dan kepribadian secara berkelajuan.

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad

B.2. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah di setiap level Ijtihad Merujuk pada pendapat Ibnu Ashur Dr. Ahcene Lahsasna menyimpulkan bahwa Maqashid Al-Shariah memainkan peran yang siginifikan diantaranya: ·          Maqashid Al-Shariah menentukan level mashlahah (kebaikan) dan mafsadah (keburukan) yang ada di setiap kasus-kasus tertent yang memungkinkan ahli fiqh menentukan suatu hukum baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/maqashid-al-shariah-in-islamic-finance.html ·          mengindentifikasi tujuan dibalik pengundangan suatu hukum, dan membantu ahli fiqh untuk memproduksi hukum ·          Maqashid Al-Shariah meminimalisir kesalahan dalm ber ijtihad sehingga hukum yang ditentukan akurat dan tepat sasaran [1] . B.3. Pentingnya Implementasi Maqashid Al-Shariah Dalam Mengembangkan Ekonomi Dan Keuangan Islam Sebagaimana dikem...

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran

Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Perkembangan teori belajar cukup pesat. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. Pertama aliran tingkah laku (Behavioristik ), belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret, berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. Tokoh dalam aliran ini adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Aplikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. baca juga:  https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/implikasi-prinsip-pembelajaran.html Kedua aliran kognitif , belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada...

Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance

KONSEP  MAQASHID AL-SYARIAH DALAM SISTEM KEUANGAN ISLAM MENURUT DR. AHCENE LAHSASNA (Review Buku  Maqashid Al-Shariah In Islamic Finance ) Dewasa ini keuangan yang berabasis syariah semakin berkembang untuk menjawab krisis global yang terjadi akibat ketidakmampuan sistem keuangan konvensional menanganinya. Terbukti dinamika bisnis keuangan Islam tetap berdiri kokoh ditengah terpaan krisis Global. Seiring dengan perkembangannya, sistem keuangan Islam masih belum menemukan formula yang lengkap untuk dijadikan patokan yang universal. Maka pengembangan senantiasa dilakukan perbaikan-perbaikan melalui “ijtihad” dan reinterpretasi Al-Qur’an Dan Al-Sunnah. Ulama muslim kontemporer menjadi “ frontman” merumuskan dan menumbuhkembangkan sistem keuangan Islam yang berbasis syariah sehingga muncul Istilah Maqashid Al-Syariah dan menjadi bidang ilmu tersendiri yang bisa dipelajari [1] . baca juga: https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/konstribusi-dalam-dunia-ke...

Ontologi Pendidikan Islam

       Ontologi Pendidikan Islam Ontologi pendidikan Islam membahas hakikat substansi dan pola organisasi pendidikan Islam. Secara ontologis, Pendidikan Islam adalah hakikat dari kehidupan manusia sebagai makhluk berakal dan berfikir. Jika manusia bukan makluk berfikir, tidak ada pendidikan. Selanjutnya pendidikan sebagai usaha pengembangan diri manusia, dijadikan alat untuk mendidik. [1] Kajian ontologi ini tidak dapat dipisahkan dengan Sang Pencipta. Allah telah membekalkan beberapa potensi kepada kita untuk berfikir. Pertanyaan selanjutnya apakah sebenarnya hakekat pendidikan Islam itu? 3 Kata kunci tentang pendidikan Islam yaitu : a.        Ta’lim,   kata ini telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam. Mengacu pada pengetahuan, berupa pengenalan dan pemahaman terhadap segenap nama-nama atau benda ciptaan Allah. Rasyid Ridha, mengartikan ta’lim sebagai proses transmisi berbagai Ilmu pengetahuan pad...

Pengertian Pendidikan Seks

A. Pengertian Pendidikan Seks      Banyaknya Interpretasi tentang pendidikan seks sehingga menimbulkan kesimpangsiuran, keslahan kita dalam mempersepsikan pendidikan seks tersebut. Ada yang beranggapan bahwa pendidikan seks sama dengan penerangan atau penjelasan tentang anatomi fisiologi seks manusia, tentang bahaya-bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Ada juga yang berpendapat bahwa pendidikan seks sama dengan sex play, dan hanya perlu diberikan kepada orang dewasa saja. Untuk membatsi arti pendidikan seks dalam rangka studi, akan dikemukakan beberapa pendapat tentang pendidikan seks.           Salim sahli mengemukakan bahwa pendidikan seks ialah; “Sex Education atau pendidikan seks artinya penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki dan perempuan sejak dari anak-anak samapai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar kelamin umumnya dan kehidupan seksual khususnya, agar mereka dapat melakukan sebag...

DOUBLE MOVEMENT TEORI KAJIAN ISLAM FAZLUR RAHMAN

Baca Juga : https://kopiirengadrees.blogspot.com/2019/02/kritik-sejarah-fazlur-rahman-upaya.html